Rabu, 05 Februari 2025

Penciptaan Alam semesta menurut Alkitab (Kitab Suci Kristen)

Silahkan bagikan :
۞ السَّــــــلاَمُ عَلَيْــــــكُمْ وَرَحْمَــةُ اللــــهِ وَبَرَكَاتُــــــــــهُ ۞
۞ بســـــــــــــم اللّـــه الرّحمٰن الرّحيـــــــــــــم ۞
-----------------------------------------------------------------------

 

Penciptaan Alam semesta menurut Alkitab (Kitab Suci Kristen)

 

          Di dalam Alkitab pada Kitab Kejadian (ditulis oleh Musa pada sekitar 1450 – 1410  S.M.) dinyatakan bahwa Tuhan Allah menciptakan alam semesta beserta segenap isinya dalam bilangan enam hari. Pada hari pertama diciptakan siang dan malam. Kemudian pada hari kedua diciptakan langit dan disusul pada hari ketiga diciptakan bumi. Bintang-bintang dan matahari diciptakan pada hari keempat. Hari kelima diciptakan makhluk-makluk di dalam air dan di angkasa. Pada hari ke enam, Tuhan Allah menciptakan semua jenis binatang dan yang paling akhir manusia. Pada hari ketujuh Tuhan Allah menjadikannya sebagai hari perhentian/istirahat (cf. Kitab Kejadian fasal 1)

          Tujuan Musa menuliskan Kitab Kejadian, khususnya fasal 1, bukanlah membuat  paparan karya ilmiah tentang penciptaan alam semesta, meskipun kitab tersebut sudah berusia beberapa milinium sebelum munculnya ilmu pengetahuan modern.Tulisannya adalah kesaksian pertama bahwa alam semesta itu bukanlah berasal dari kekekalan melainkan ada permulaan kejadiannya, dan terjadinya secara bertahap. Para ahli astronomi modern juga mendapati kenyataan bahwa alam semesta itu tidak kekal setelah mempelajari bahwa alam semesta itu berkembang seperti balon. Semuanya pada 13 sampai 20 juta tahun yang lalu berwujud gumpalan dengan titik mikroskopis, yang melalui suatu ledakan dahsyat layaknya berkembang menyebar ke segala arah, membentuk alam semesta yang kita hayati (baca teori Big Bang di bawah).

          Musa membagi penciptaan dunia oleh Tuhan Allah dalam tujuh hari dan menamai masing-masing bagian itu secara simbolik sebagai hari. Jadi Tuhan menciptakan dunia dalam enam “hari” dan pada hari ke tujuh Tuhan Allah berhenti dari berkarya dan menetapkannya sebagai hari perhentian/istirahat. Keseluruhan sejarah umat manusia berjalan pada hari ketujuh dan telah berlangsung sampai ribuan tahun. Angka tujuh di dalam menyebut hari itu sendiri sering digunakan secara simbolik dan bukan kuantitatif. Angka itu sendiri menandai sesuatu yang lengkap dan utuh.

          Seperti disebut di depan Musa bukanlah bermaksud membuat paparan ilmiah dengan mencatat semua peristiwa secara rinci dan lengkap yang mungkin akan menarik bagi ilmu pengetahuan. Salah satu tujuan utama tulisan Musa ialah menunjukkan Sumber dari segala Sumber alam semesta, yaitu Sang Maha Pencipta yang Maha Kuasa dan Maha Bijak.


۞ الحمد لله ربّ العٰلمين ۞

-----------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar

۞ PETA LOKASI MA. Kabeloa Alkhairaat ۞
۞ MEDIA - SOSIAL ۞